Rabu, 17 Juni 2015

Kepada Kekasihku – oleh Lita Kurniawati

Kepada kekasihku
Kadang aku terlihat tak lebih perkasa ketimbang rindu
Seperti ia menggerayang keseluruh rasa, sudah kutampik ia lamalama
Tapi percuma, ia lebih perkasa dan kuasa dari rasa yang tak tersangka
Sekarang kunikmati saja rindu itu,
Rasanya indah juga, seperti bergelar warna merah cinta dalam lumbung rasa.
Aku kini menjilati nikmat rindu seperti leleh coklat panas pada roti.
Entah sampai kapan aku melantun tentang rindu untukmu
Hanya untukmu kekasihku
Kepada Kekasihku
Biar saja kini rindu menjajah rerasa dalam jiwa, biar ia menaruh jamahan-jamahan tangannya pada merahnya cinta
Biar cinta ini tegar bersepuh sang rindu, berbalut sesemak asa yang entah sejak kapan merimbun.
Aku pun kini menikmati cinta pertaji rindu ini kekasihku, menyerupakannya bak gugus asa berbalut cahaya.

BY: lokerpuisi.com

Pertemuan kita – oleh Tri Utami

Kita bertemu lewat mata
Mengenal lewat kata
Dan mungkin berpisah tanpa perantara.
Aku datang dengan hati
Bertahan seraya menanti
Dan mungkin kembali tanpa arti.
Mengenalmu adalah kebahagiaan
Bersamamu selalu ku bertahan
Pergi darimu pahit tuk kulakukan.
Yang kurasa bukan yang kau lihat
Yang kau tau bukan yang tersirat
Yang kumau berkata walau berat.
Ini yang kusebut sebuah kisah
Kutulis tanpa takut salah
Berharap mampu hapus gundah.
Bila Tuhan izinkanmu memilih
Apa kau akan bangunkanku dari pedih
Atau kau biarkan aku tertatih?
Jawab dan jangan kau beralih.

BY: loker puisi
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com